Pengungsi Uganda

Rp 2.000.000 /Ekor

Para pengungsi di Uganda masih bertahan di tenda-tenda sederhana untuk menghindari konflik bersenjata di negara asalnya. Mereka tentu membutuhkan banyak bantuan. Salah satunya kebutuhan makan untuk bertahan hidup.

Aqiqah Disini

Tanahnya tak bertepian dengan laut sama sekali. Landlocked country istilahnya. Di sebelah utara berbatasan langsung dengan Sudan Selatan, di timur bersebelahan dengan Kenya, di sisi barat bersinggungan dengan Republik Demokratik Kongo, sementara di Selatan berbatasan dengan Tanzania.

Dari sisi geografis, sudah tampak kondisinya, bahwa Uganda bertetangga dengan negara yang tak pernah stabil. Uganda diapit oleh negara yang perlahan sedang dilemahkan oleh konflik tak berujung. Padahal masa lalu Uganda sendiri tak bisa dibilang baik.

Kini, di tengah upaya Uganda untuk membangun pemerintahan dan ekonomi yang mandiri, justru diterjang krisis baru: pengungsi yang membeludak!

Sebagai konsekuensi berada di tengah pusaran konflik sipil, menjadikan Uganda dipilih sebagai lokasi utama arus pengungsian. Uganda terpaksa membuka pintunya demi alasan kemanusiaan.

Sampai saat ini ada jutaan pengungsi yang datang dari dua arah sekaligus. Mayoritasnya berasal dari tanah penuh konflik politis di Sudan Selatan, juga dari pelarian konflik komunal yang terjadi di Kongo. Dari jumlah sejuta lebih pengungsi tersebut, termasuk pula pengungsi Muslim yang berasal dari Sudan Selatan.

Mereka yang datang mencari perlindungan di Uganda, sebagian besarnya perempuan dan anak-anak. Artinya, krisis kemanusiaan baru perlahan sedang membeludak di Uganda.

Para pengungsi Uganda tentu membutuhkan banyak bantuan. Salah satunya kebutuhan makan untuk bertahan hidup. Melalui program “AQIQAH BERBAGI” para penyintas Rohingya juga dapat merasakan kebahagiaan nikmatnya mengkonsumsi daging kambing.

Agar Aqiqah-mu lebih luas manfaatnya, lebih besar pahalanya !

Selengkapnya

Donatur Aqiqah